Deretan Sepeda Motor Curian dan Senjata Api Ilegal Hasil Operasi Sikat Krakatau 2025 Polda Lampung

Photo of author

By Redaksi

Lampung – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung berhasil mengungkap ratusan kasus kejahatan jalanan melalui Operasi Sikat Krakatau 2025 yang digelar sejak 4 hingga 17 Agustus 2025. Dari operasi tersebut, polisi menyita puluhan sepeda motor curian, senjata api ilegal, serta menangkap ratusan tersangka yang terlibat dalam berbagai tindak kriminal.

395 Target Operasi Terungkap, 319 Tersangka Ditangkap

Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika menjelaskan, operasi kali ini menargetkan kejahatan jalanan yang marak di masyarakat, terutama pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian dengan kekerasan (curas).

“Dari total 395 target operasi, seluruhnya berhasil kami ungkap. Sebanyak 319 tersangka berhasil diamankan, terdiri dari 81 target operasi (TO) dan 237 tersangka non-TO,” ujar Helmy dalam konferensi pers, Senin (18/8/2025).

Selain itu, polisi juga mengungkap 1.471 kasus non-TO, menandakan jangkauan operasi yang lebih luas dari perkiraan semula.

Barang Bukti: Dari Motor Curian hingga Senpi Rakitan

Sejumlah barang bukti hasil kejahatan berhasil diamankan dalam operasi ini. Di antaranya:

  • 101 unit sepeda motor hasil curian
  • 9 unit mobil
  • 57 pucuk senjata api ilegal dan 58 butir amunisi
  • 19 senjata tajam
  • 72 unit handphone
  • Uang tunai sebesar Rp16,64 juta
  • Puluhan barang bukti lainnya

Polda Lampung bahkan melakukan pemusnahan 50 pucuk senjata api rakitan (senpira) dan 85 butir amunisi dengan cara digerinda, sebagai bentuk komitmen memberantas peredaran senjata api ilegal di masyarakat.

Jenis Kejahatan yang Paling Menonjol

Operasi Sikat Krakatau 2025 juga mencatat jenis tindak pidana yang paling dominan, yaitu:

  • 266 kasus pencurian dengan pemberatan (curat)
  • 62 kasus pencurian dengan kekerasan (curas)
  • 48 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor)
  • 8 kasus penyalahgunaan senjata api
Baca Juga  Atlet Berprestasi Warnai Rapat Kerja KONI Lampung Utara Menuju Porprov 2026

Kapolda menegaskan, Lampung masih menghadapi tantangan serius terkait tindak kriminal jalanan, terutama pencurian kendaraan bermotor yang banyak memakan korban masyarakat.

Efek Operasi: Kejahatan Menurun, Pengungkapan Naik

Hasil operasi ini juga memberikan dampak positif terhadap situasi kamtibmas. Data kepolisian menunjukkan, jumlah kejahatan menurun 130 kasus dibandingkan periode sebelumnya. Sebaliknya, tingkat pengungkapan kasus justru meningkat sebanyak 113 kasus.

Menurut Polda Lampung, pencapaian ini menjadi bukti bahwa operasi terpadu mampu menekan angka kriminalitas sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja kepolisian.

Komitmen Berkelanjutan

Kapolda menegaskan, meski operasi telah selesai, upaya pemberantasan kejahatan akan terus dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.

“Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan di Lampung. Kami akan terus melakukan patroli, razia, dan penindakan tegas,” tegas Helmy.

Polda juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar, agar sinergi antara kepolisian dan warga dapat semakin memperkuat keamanan daerah.