Islamic Center Tubaba: Masjid 99 Cahaya, Simbol Peradaban Islam Modern di Lampung

Photo of author

By Redaksi

KOTABUMI.ID – Di tengah lanskap alam Kabupaten Tulang Bawang Barat yang tenang, berdiri sebuah bangunan megah yang tak hanya mencuri perhatian dari sisi arsitektur, tetapi juga kaya akan makna spiritual dan budaya. Bangunan itu adalah Islamic Center Tulang Bawang Barat (Tubaba), atau yang lebih dikenal dengan nama Masjid Baitus Shobur – masjid tanpa kubah yang menantang pakem arsitektur tradisional namun sarat filosofi Islami.

Ikon Baru Peradaban Islam di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai

Diresmikan pada 11 Oktober 2016, Islamic Center Tubaba dibangun dengan konsep yang jauh dari konvensional. Dirancang oleh arsitek kenamaan Indonesia, Andra Matin, kompleks ini menjadi bagian penting dari upaya membangun identitas baru Kabupaten Tulang Bawang Barat sebagai kawasan yang menggabungkan nilai-nilai spiritual, budaya, dan estetika modern.

Terletak di Jl. Raya Panaragan Jaya – Pulung Kencana, Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, masjid ini menjadi salah satu destinasi wisata religi dan arsitektur unggulan Provinsi Lampung.

Arsitektur Minimalis Penuh Simbolisme

Masjid 99 Cahaya

Berbeda dari masjid pada umumnya, Masjid Baitus Shobur tidak memiliki kubah maupun menara. Bangunan utamanya berbentuk limas vertikal segi lima setinggi 30 meter, yang secara simbolik merepresentasikan 30 juz Al-Qur’an. Struktur bangunannya dibuat dari beton ekspos tanpa cat, memberikan kesan kokoh, bersih, dan minimalis yang selaras dengan prinsip kesederhanaan dalam Islam.

Terdapat 114 pilar di dalam masjid—jumlah yang sama dengan surat dalam Al-Qur’an. Ukuran ruang salat utama mencapai 34 x 34 meter, yang melambangkan jumlah total sujud wajib dalam sehari. Jarak antar pilar adalah 5 meter, sebagai representasi dari lima waktu salat dalam Islam.

Baca Juga  Taman Nasional Way Kambas: Panduan Lengkap untuk Mengenal Keajaiban Alam Indonesia

Yang paling menarik, plafon dalam masjid ditanamkan 99 lubang cahaya. Ketika matahari tepat berada di garis khatulistiwa, cahaya akan menembus lubang-lubang tersebut dan menciptakan suasana spiritual yang menyentuh jiwa. Plafon reflektif ini juga bertuliskan 99 Asmaul Husna, menghadirkan pengalaman visual sekaligus spiritual yang mendalam bagi setiap jamaah.

Harmoni dengan Alam Sekitar

Masjid ini tidak hanya indah dari segi bangunan, tetapi juga menyatu dengan lingkungan. Sebagian bangunan mengambang di atas danau buatan, memungkinkan sirkulasi udara alami yang membuat ruangan tetap sejuk tanpa pendingin udara. Sekeliling masjid ditata dengan taman hijau luas, menciptakan suasana damai dan menenangkan.

Akses masuk utama ke kompleks ini bahkan sengaja dirancang dari arah belakang, agar pengunjung bisa menikmati panorama danau serta efek visual bangunan secara utuh dari kejauhan sebelum tiba di depan masjid.

Sessat Agung: Penghormatan kepada Adat Lampung

Masjid 99 Cahaya pemandangan

Tak jauh dari masjid, berdiri megah Sessat Agung – balai adat yang menjadi bagian dari kompleks Islamic Center. Bangunan ini menjadi representasi nilai budaya Lampung, terutama masyarakat adat Tulang Bawang Barat. Di dalamnya, terdapat aksara Kaganga yang terukir di plafon, mewakili sebelas tiyuh (desa) tua di Tubaba.

Perpaduan antara masjid dan balai adat ini menjadi simbol harmonis antara habluminallah (hubungan dengan Tuhan) dan habluminannas (hubungan antar sesama manusia) dalam peradaban Islam.

Rekomendasi Waktu Berkunjung

Masjid 99 Cahaya pemandangan sore

Waktu terbaik untuk mengunjungi Islamic Center Tubaba adalah pada pagi atau sore hari, saat cahaya matahari memantul di permukaan danau dan menembus 99 lubang cahaya di plafon masjid. Efek cahaya alami ini menciptakan suasana yang magis, sangat cocok untuk fotografi atau sekadar kontemplasi spiritual.

Baca Juga  7 Tempat Wisata Instagramable di Kotabumi 2025: Spot Kece untuk Liburan & Foto Estetik

Fasilitas dan Aksesibilitas

Islamic Center Tubaba dapat diakses dengan mudah dari berbagai arah, termasuk dari Kota Bandar Lampung dengan waktu tempuh sekitar 2–3 jam via jalur darat. Area ini dilengkapi dengan fasilitas publik seperti area parkir luas, toilet, taman bermain, dan ruang terbuka hijau. Kompleks ini juga terbuka untuk umum setiap hari, 24 jam.

Islamic Center Tulang Bawang Barat bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga simbol peradaban Islam modern yang bersinergi dengan kearifan lokal. Melalui arsitektur yang kontemplatif, ruang yang bersahabat dengan alam, dan keberpihakan pada nilai budaya, Tubaba menghadirkan pengalaman spiritual yang jauh dari sekadar ritual.

Jika Anda mencari tempat untuk beribadah sekaligus menikmati keindahan desain dan makna, Masjid Baitus Shobur di Islamic Center Tubaba adalah jawabannya.