Pelabuhan Bakauheni, salah satu pintu utama penyeberangan dari Sumatra ke Jawa, bersiap menghadapi arus balik Lebaran 2025 dengan menerapkan sejumlah kebijakan untuk mencegah kemacetan dan memastikan perjalanan lancar bagi pemudik. Berikut adalah skema pengaturan yang akan diberlakukan:
1. Sistem Satu Arah (One Way)
Pada hari puncak arus balik (5–7 April 2025), ruas tol menuju Bakauheni akan menerapkan sistem satu arah guna memperlancar arus kendaraan. Kebijakan ini bertujuan mengurangi kemacetan di jalur utama.
2. Pembatasan Kuota Penyeberangan
Pelabuhan Bakauheni akan membatasi jumlah kendaraan yang diangkut per trip kapal untuk mencegah penumpukan. Pemudik dianjurkan memesan tiket secara online terlebih dahulu guna memastikan tempat penyeberangan.
3. Kebijakan Ganjil-Genap (Jika Diperlukan)
Bergantung pada tingkat kepadatan, otoritas setempat dapat memberlakukan sistem ganjil-genap berdasarkan plat nomor kendaraan.
4. Penguatan Posko dan Pengawasan
Posko arus balik yang melibatkan polisi, TNI, dan instansi terkait akan beroperasi 24 jam untuk memantau lalu lintas dan memberikan bantuan darurat. Penggunaan CCTV dan patroli juga diperkuat untuk mengantisipasi gangguan di jalur utama.
5. Imbauan bagi Pemudik
- Hindari jam padat (biasanya pagi dan sore hari).
- Manfaatkan aplikasi seperti Info BMKG atau Jasa Marga untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time.
- Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum perjalanan.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan guna kelancaran arus balik Lebaran 2025.