14 Tarian Tradisional Lampung: Keindahan dan Makna yang Tersembunyi dalam Gerakan

Photo of author

By Redaksi

Tarian Tradisional Lampung adalah salah satu bentuk ekspresi budaya yang sangat kaya dan sarat akan makna. Sebagai bagian dari warisan budaya Lampung, tarian ini tidak hanya memukau dengan gerakannya yang anggun, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat Lampung. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas berbagai aspek dari Tarian Tradisional Lampung, mulai dari sejarah, makna, hingga bagaimana tarian ini masih relevan dan dipertahankan dalam kehidupan sosial masyarakat Lampung saat ini.

Tarian Tradisional Lampung memiliki peran penting dalam memperkenalkan dan menjaga kelestarian budaya daerah. Keunikan tarian ini juga sering menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke Lampung. Mari kita mulai dengan mempelajari lebih dalam tentang sejarah dan asal-usul Tarian Tradisional Lampung.


Sejarah dan Asal Usul Tarian Tradisional Lampung

Apa Asal-Usul Tarian Tradisional Lampung?

Tarian Tradisional Lampung memiliki akar yang sangat kuat dalam sejarah dan tradisi suku-suku yang ada di Provinsi Lampung, Indonesia. Lampung sendiri dihuni oleh berbagai suku, seperti suku Lampung, Sunda, dan Jawa, yang masing-masing membawa pengaruh budaya mereka ke dalam tarian ini. Meskipun ada berbagai macam tarian di Lampung, sebagian besar tarian tradisional ini berakar pada budaya suku Lampung yang lebih dominan.

Tarian Tradisional Lampung digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan moral, menyambut tamu, atau sebagai bagian dari upacara adat. Beberapa tarian pertama kali ditampilkan dalam konteks ritual atau keagamaan, sebagai wujud penghormatan kepada leluhur dan alam sekitar.

Peristiwa Sejarah yang Mempengaruhi Tarian Tradisional Lampung

Tarian Tradisional Lampung sangat dipengaruhi oleh berbagai peristiwa sejarah yang terjadi di daerah ini. Lampung memiliki sejarah panjang yang mencakup pengaruh dari kerajaan-kerajaan besar di Indonesia seperti Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit, serta interaksi dengan pedagang dan kolonis dari India, Arab, dan Eropa.

Misalnya, pengaruh budaya Melayu dan Hindu-Buddha dapat dilihat dalam beberapa gerakan dan simbol yang terdapat dalam tarian Lampung. Selain itu, pengaruh kebudayaan Jawa juga sangat terlihat dalam beberapa bentuk tarian yang lebih berfokus pada keindahan gerakan yang elegan.

Seiring berjalannya waktu, tarian-tarian ini berkembang dan mulai dipentaskan tidak hanya dalam acara adat, tetapi juga dalam festival budaya dan pertunjukan untuk menghibur masyarakat.


Filosofi dan Makna Tarian Tradisional Lampung

Apa Makna Budaya dari Tarian Tradisional Lampung?

Tarian Tradisional Lampung bukan hanya sekedar gerakan artistik, tetapi juga sarat dengan filosofi dan simbolisme. Setiap gerakan dan detail dari tarian ini memiliki makna yang mendalam, yang menggambarkan kehidupan dan nilai-nilai masyarakat Lampung. Secara umum, tarian tradisional ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar individu dan komunitas. Beberapa tarian juga digunakan sebagai alat komunikasi simbolis antara manusia dengan alam, roh leluhur, dan Tuhan.

Misalnya, dalam Tari Sigeh Penguten, gerakan-gerakan tarian yang lembut melambangkan rasa hormat dan keramahtamahan tuan rumah kepada tamu yang datang. Hal ini mencerminkan nilai keramahtamahan yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Lampung. Gerakan yang halus dan penuh perhatian menunjukkan harapan agar tamu merasa dihargai dan diterima dengan sepenuh hati.

Simbolisme dalam Gerakan Tarian

Tarian Tradisional Lampung sering kali melibatkan simbolisme dalam setiap gerakan yang dilakukan oleh penari. Setiap posisi tubuh, gerakan tangan, hingga ekspresi wajah memiliki makna tertentu. Misalnya:

  • Gerakan tangan yang terbuka lebar dalam beberapa tarian sering kali menggambarkan keramahan dan keikhlasan.
  • Posisi kaki yang tegak menunjukkan keteguhan dan kedisiplinan dalam menjalani kehidupan.
  • Gerakan-gerakan melingkar yang sering terlihat dalam tarian ini bisa melambangkan kesatuan dan keharmonisan dalam masyarakat.

Keindahan dari Tarian Tradisional Lampung bukan hanya terletak pada keanggunan gerakannya, tetapi juga pada bagaimana tarian ini mampu mengungkapkan makna filosofis yang mendalam.

9 Jenis-Jenis Tarian Tradisional Lampung

Tarian Tradisional Lampung memiliki berbagai jenis yang masing-masing memiliki keunikan dan filosofi tersendiri. Selain tiga jenis yang telah dibahas sebelumnya, ada beberapa tarian lain yang tidak kalah menarik dan sarat dengan makna. Berikut adalah 9 jenis Tarian Tradisional Lampung yang sering dipertunjukkan dalam acara-acara adat, festival, atau perayaan penting.

Baca Juga  Adat Pemakaman Lampung: Tradisi, Filosofi, dan Maknanya

1. Tari Sigeh Penguten

tari sigeh pengunten lampung

Tari Sigeh Penguten adalah tarian yang digunakan untuk menyambut tamu atau orang penting. Tarian ini menggambarkan keramahtamahan dan penghormatan kepada tamu yang datang. Gerakan dalam tarian ini halus dan melingkar, menggambarkan sikap terbuka dan penuh penghargaan.

  • Ciri Khas: Gerakan yang lembut dan melambangkan keramahan.
  • Tujuan: Menyambut tamu dengan hormat dan penuh kebahagiaan.
  • Musik Pengiring: Gendang, Gong, Serune.

2. Tari Bedana

Tari Bedana lebih energik dan dinamis. Tarian ini digunakan dalam perayaan atau untuk menyatakan rasa syukur atas keberhasilan atau panen yang melimpah. Tari Bedana penuh dengan gerakan cepat dan semangat, menggambarkan kegembiraan.

  • Ciri Khas: Gerakan cepat, dinamis, dan penuh semangat.
  • Tujuan: Menyatakan rasa syukur dan kegembiraan.
  • Musik Pengiring: Gendang, Gong.

. Tari Melinting

Tari Melinting berasal dari daerah Melinting di Lampung Timur. Tarian ini menggambarkan keberanian dan kekuatan manusia yang bersinergi dengan alam. Setiap gerakannya penuh energi dan simbolis, mencerminkan kebesaran alam semesta.

  • Ciri Khas: Gerakan kuat dan simbolis.
  • Tujuan: Melambangkan kekuatan, keberanian, dan penghormatan terhadap alam.
  • Musik Pengiring: Gendang, Gong, alat musik tradisional lainnya.

4. Tari Cangget

Tari Cangget adalah tarian adat yang dipertunjukkan dalam berbagai acara adat, seperti pernikahan atau pesta rakyat. Tarian ini mencerminkan persatuan dan semangat gotong royong di masyarakat Lampung.

  • Ciri Khas: Gerakan formal dan penuh simbolisme.
  • Tujuan: Memeriahkan upacara adat dan melambangkan semangat kebersamaan.
  • Musik Pengiring: Gong, Gendang, Seruling.

5. Tari Sekura

Tari Sekura adalah tarian yang menggunakan topeng khas Lampung. Tarian ini sering dipentaskan dalam festival adat untuk menampilkan keberanian, keindahan, dan kegembiraan.

  • Ciri Khas: Penari mengenakan topeng dengan gerakan simbolik.
  • Tujuan: Melambangkan keindahan, keberanian, dan kegembiraan.
  • Musik Pengiring: Gendang, Gong.

6. Tari Gelumpai

Tari Gelumpai adalah tarian khas Lampung yang menyampaikan kisah kehidupan masyarakat melalui gerakan indah. Tarian ini sering dipertunjukkan untuk menceritakan kisah moral atau nilai-nilai tradisional.

  • Ciri Khas: Gerakan lembut dengan pola cerita.
  • Tujuan: Menceritakan kisah lokal dan menyampaikan pesan moral.
  • Musik Pengiring: Gendang, Gong.

7. Tari Pagar Pengantin

Tari Pagar Pengantin adalah tarian adat yang sering dipertunjukkan dalam prosesi pernikahan adat Lampung. Tarian ini melambangkan doa dan restu untuk pasangan pengantin agar hidup mereka harmonis dan penuh kebahagiaan.

  • Ciri Khas: Gerakan lembut bernuansa sakral.
  • Tujuan: Memberi doa restu untuk pasangan pengantin.
  • Musik Pengiring: Kolintang, Gong, Seruling.

8. Tari Cangget Pepadun

Tari Cangget Pepadun adalah variasi dari Tari Cangget yang khusus mencerminkan budaya Pepadun. Tarian ini ditampilkan dalam acara-acara adat sebagai simbol penghormatan terhadap tradisi leluhur. Gerakannya penuh keanggunan dan ketertiban.

  • Ciri Khas: Gerakan anggun dengan fokus pada tradisi Pepadun.
  • Tujuan: Menghormati tradisi adat dan mempererat hubungan antaranggota masyarakat.
  • Musik Pengiring: Gong, Gendang, Talo Balak.

9. Tari Cangget Pesisir

Tari Cangget Pesisir adalah versi lain dari Tari Cangget yang mencerminkan budaya masyarakat pesisir Lampung. Gerakannya lebih dinamis, menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir yang aktif dan dekat dengan laut.

  • Ciri Khas: Gerakan dinamis yang mencerminkan kehidupan pesisir.
  • Tujuan: Melestarikan budaya pesisir dan memperlihatkan semangat kerja masyarakatnya.
  • Musik Pengiring: Seruling, Gong, Gendang.

10. Tari Tradisi Api

Tari Tradisi Api adalah tarian unik yang memadukan elemen api sebagai bagian dari pertunjukan. Tarian ini menggambarkan kekuatan, keberanian, dan perjuangan manusia dalam menghadapi tantangan.

  • Ciri Khas: Gerakan dramatis dengan elemen api.
  • Tujuan: Melambangkan keberanian dan kekuatan.
  • Musik Pengiring: Talo Balak, Gendang.

11. Tari Gawi

Tari Gawi adalah tarian kolektif yang melibatkan banyak peserta, mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong. Tarian ini biasanya dibawakan dalam upacara adat atau perayaan besar.

  • Ciri Khas: Dilakukan bersama-sama dengan pola gerakan yang harmonis.
  • Tujuan: Menguatkan semangat persatuan dan kebersamaan.
  • Musik Pengiring: Gendang, Gong, dan alat musik tradisional lainnya.
Baca Juga  Pawai Budaya Tari Ngigel Meriahkan HUT ke‑343 Bandar Lampung

12. Tari Bulan dan Bintang

Tari Bulan dan Bintang adalah tarian yang terinspirasi dari keindahan kosmologi lokal. Tarian ini menggambarkan harmoni antara manusia, alam, dan alam semesta melalui gerakan anggun dan simbolik.

  • Ciri Khas: Gerakan lembut dengan pola bintang dan bulan sebagai simbol.
  • Tujuan: Menggambarkan harmoni kehidupan dengan alam semesta.
  • Musik Pengiring: Seruling, Gendang, Gong.

13. Tari Bujang Ganong

Tari Bujang Ganong adalah tarian yang dilakukan oleh pria, menampilkan keanggunan dan kekuatan. Tarian ini sering kali dipertunjukkan dalam acara-acara formal dan perayaan.

  • Ciri Khas: Gerakan yang lincah dan penuh energi, sering kali dilakukan dalam duet.
  • Tujuan: Mencerminkan kebanggaan masyarakat Lampung dan semangat kepemudaan.
  • Musik Pengiring: Gendang, Gong.

14. Tari Wayang Kulit Lampung

Tari Wayang Kulit Lampung merupakan gabungan antara pertunjukan wayang dan tarian yang menggambarkan kisah-kisah rakyat. Seni ini digunakan untuk mendidik dan menghibur masyarakat.

  • Ciri Khas: Menggabungkan gerakan tari dengan alur cerita dari wayang kulit.
  • Tujuan: Menceritakan kisah-kisah moral dan melestarikan budaya lokal.
  • Musik Pengiring: Gendang, Talo Balak, dan alat musik tradisional lainnya.

Perbedaan Antara Jenis-Jenis Tarian Tradisional Lampung

Dengan berbagai jenis tarian yang ada, kita bisa melihat bagaimana setiap tarian tradisional Lampung memiliki ciri khas dan tujuan yang berbeda-beda. Berikut adalah perbandingan 9 jenis Tarian Tradisional Lampung yang telah dijelaskan:

Jenis TarianTujuanCiri Khas GerakanMusik Pengiring
Tari Sigeh PengutenMenyambut tamu dan penghormatanGerakan lembut dan melingkarGendang, Gong, Serune
Tari BedanaMenyatakan rasa syukur dan kegembiraanGerakan cepat dan dinamisGendang, Gong
Tari PiringMencerminkan keseimbangan dan keterampilanGerakan teratur, menjaga keseimbangan piringGendang, Gong
Tari SekuraMelambangkan cinta dan persatuanGerakan pasangan yang saling melengkapiGendang, Serune
Tari MelintingMelambangkan kekuatan dan keberanianGerakan kuat yang menggambarkan alamGendang, Gong, Serune
Tari Kuda KepangMenggambarkan kekuatan mistis dan pelindungGerakan menyerupai kuda dan mistisGendang, Gong, Serune
Tari Wayang GolekMenceritakan kisah rakyat dan perjuanganGerakan elegan dengan pertunjukan wayangGendang, Serune
Tari SembahMemohon berkat dan penghormatanGerakan penuh penghormatan dan kesopananSerune, Gendang
Tari Gending SriwijayaMenghormati kejayaan Kerajaan SriwijayaGerakan anggun dan eleganGendang, Gong, Serune

Setiap tarian memiliki tujuan yang berbeda—ada yang digunakan untuk menyambut tamu, ada yang digunakan untuk merayakan panen, ada juga yang berfungsi untuk upacara keagamaan. Tarian-tarian ini juga mencerminkan nilai-nilai masyarakat Lampung yang sangat mengedepankan hubungan antar individu, alam, dan Tuhan.

Makna dan Filosofi di Balik Tarian Tradisional Lampung

Setiap jenis Tarian Tradisional Lampung bukan hanya sekadar rangkaian gerakan, tetapi juga sebuah perwujudan dari filosofi hidup dan nilai-nilai yang mendalam dari masyarakat Lampung. Setiap tarian memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan kehidupan sosial, kearifan lokal, dan spiritualitas yang dianut oleh masyarakat Lampung. Mari kita telusuri makna dan filosofi yang terkandung dalam gerakan-gerakan tarian ini.

1. Tarian sebagai Simbol Keramahan dan Penghormatan

Sebagian besar tarian tradisional Lampung, seperti Tari Sigeh Penguten, sangat erat kaitannya dengan keramahtamahan. Tarian ini bukan hanya sebuah ritual yang indah, tetapi juga sebuah bentuk komunikasi non-verbal untuk menunjukkan rasa hormat dan penghargaan kepada tamu yang datang. Dalam budaya Lampung, menyambut tamu dengan penuh hormat adalah tradisi yang sangat dijunjung tinggi, dan ini tercermin dalam setiap gerakan tarian.

  • Gerakan lembut dalam Tari Sigeh Penguten melambangkan keramahan, dan tangan yang terbuka mengisyaratkan penerimaan penuh hati kepada tamu.
  • Simbolisme gerakan melingkar juga mencerminkan hubungan yang harmonis antara tuan rumah dan tamu, seolah-olah menunjukkan bahwa tamu adalah bagian dari kehidupan komunitas.
Baca Juga  Tari Halibambang Lampung: Keindahan, Makna, dan Pelestariannya

2. Kekuatan Alam dan Keberanian dalam Tarian

Tari Melinting dan Tari Kuda Kepang menggambarkan hubungan manusia dengan alam dan kekuatan mistis. Dalam kehidupan masyarakat Lampung, banyak aspek kehidupan yang bergantung pada alam—baik itu dalam bertani, berburu, atau merayakan hasil bumi. Gerakan dalam tarian-tarian ini menggambarkan keberanian, kekuatan alam, dan hubungan mistis antara manusia dengan dunia luar yang lebih besar.

  • Tari Melinting, dengan gerakan yang kuat dan penuh makna, menunjukkan bagaimana manusia harus kuat dalam menghadapi tantangan alam. Gerakan ini memberi pesan tentang keteguhan dan keberanian dalam menghadapi segala ujian kehidupan.
  • Tari Kuda Kepang berfokus pada gerakan peniruan kuda, yang menjadi simbol keberanian dan kekuatan dalam menghadapi berbagai ujian, bahkan melibatkan elemen mistis yang menghubungkan manusia dengan roh-roh alam atau leluhur.

3. Keseimbangan Hidup dan Keharmonisan Sosial

Tari Piring dan Tari Sekura mengandung filosofi tentang keseimbangan dan keharmonisan dalam hidup. Gerakan-gerakan dalam kedua tarian ini sangat terfokus pada keseimbangan fisik dan emosi, yang menunjukkan betapa pentingnya keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.

  • Tari Piring melambangkan keseimbangan hidup. Penari yang menjaga piring tetap seimbang di tangan mereka mengajarkan kita bahwa hidup yang seimbang antara fisik, pikiran, dan emosi adalah hal yang sangat berharga. Piring juga menjadi simbol dari keberuntungan dan kemakmuran yang harus dijaga dengan baik.
  • Tari Sekura, dengan gerakan pasangan yang saling melengkapi, melambangkan kerjasama dan keharmonisan sosial dalam masyarakat. Tarian ini mengajarkan kita bahwa dalam kehidupan, kita harus bekerja sama dan saling mendukung untuk menciptakan harmoni dalam hubungan antar individu.

4. Doa dan Penghormatan kepada Tuhan dan Leluhur

Tari Sembah dan Tari Gending Sriwijaya adalah contoh tarian yang mengandung unsur spiritual. Tarian-tarian ini digunakan dalam upacara keagamaan atau untuk memohon berkah dari Tuhan atau leluhur. Gerakan-gerakan yang dilakukan dalam tarian ini penuh dengan penghormatan dan doa.

  • Tari Sembah, dengan gerakan yang penuh ketenangan dan penghormatan, menunjukkan ketaatan kepada Tuhan. Tarian ini digunakan untuk memohon berkah, perlindungan, dan keselamatan bagi seluruh komunitas.
  • Tari Gending Sriwijaya merayakan kejayaan sejarah, dan melalui tarian ini, masyarakat Lampung memperingati warisan budaya yang mereka miliki serta berdoa agar keharmonisan dan kemakmuran senantiasa hadir dalam kehidupan mereka.

5. Menghormati Tradisi dan Sejarah Lokal

Tarian-tarian seperti Tari Wayang Golek dan Tari Gending Sriwijaya mengandung penghormatan terhadap tradisi dan sejarah lokal. Tari Wayang Golek, yang menggabungkan elemen tari dan teater wayang, menggambarkan kisah-kisah perjuangan dan kearifan yang dimiliki oleh leluhur.

  • Tari Wayang Golek menceritakan tentang pahlawan-pahlawan lokal yang berjuang demi keadilan dan kemakmuran. Tarian ini tidak hanya melestarikan tradisi seni, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keberanian dan kepahlawanan bagi generasi penerus.
  • Tari Gending Sriwijaya mengingatkan kita akan kejayaan Kerajaan Sriwijaya yang pernah menguasai wilayah Sumatra dan sekitarnya. Tarian ini menunjukkan rasa bangga terhadap sejarah Lampung dan pentingnya pelestarian budaya.

Simbolisme Gerakan Tarian Tradisional Lampung

Sebagian besar gerakan dalam Tarian Tradisional Lampung tidak hanya dilakukan untuk tujuan estetika, tetapi juga mengandung simbolisme yang mendalam. Setiap gerakan memiliki arti khusus yang terkait dengan nilai-nilai budaya dan sosial masyarakat Lampung. Berikut adalah beberapa simbolisme yang bisa ditemukan dalam gerakan tarian:

  • Gerakan tangan terbuka: Simbol dari keramahan dan penerimaan terhadap orang lain.
  • Gerakan melingkar: Mencerminkan kesatuan dan harmoni dalam masyarakat dan alam.
  • Gerakan tegak dan kuat: Melambangkan keteguhan dan kekuatan untuk menghadapi tantangan hidup.
  • Gerakan pasangan: Menunjukkan pentingnya kerjasama dan harmoni sosial dalam kehidupan berkomunitas.

Pentingnya Pelestarian Tarian Tradisional Lampung

Tarian Tradisional Lampung bukan hanya sebuah bentuk hiburan, tetapi juga sarana untuk menyampaikan nilai-nilai budaya yang sangat penting. Dalam dunia yang semakin modern ini, pelestarian tarian ini sangat diperlukan untuk memastikan bahwa warisan budaya yang kaya ini tidak hilang begitu saja.

Dengan menjaga dan mempromosikan Tarian Tradisional Lampung, kita tidak hanya mempertahankan keindahan gerakan dan kostum yang mempesona, tetapi juga menghormati dan meneruskan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, seperti keramahan, keberanian, keseimbangan, dan penghormatan terhadap leluhur.

Tarian Tradisional Lampung adalah bagian integral dari identitas budaya masyarakat Lampung, yang harus dijaga agar terus hidup dan berkembang untuk generasi mendatang. Pelestarian ini bisa dilakukan melalui berbagai cara, seperti mengajarkan tarian ini di sekolah, mempromosikan pertunjukan tarian di festival budaya, dan melibatkan masyarakat dalam upaya konservasi budaya lokal.

sumber : courtesy youtube