Sejarah dan Makna Tugu Payan Mas
Tugu Payan Mas, yang dikenal sebagai Tombak Emas, dibangun pada masa pemerintahan Bupati Zainal Abidin. Tugu ini menggantikan Tugu Kayu Aro yang sebelumnya berdiri di lokasi yang sama pada masa pemerintahan Bupati Hairi Fasya. Tugu ini tidak hanya menjadi landmark, tetapi juga simbol kebanggaan masyarakat Kotabumi.
Desain dan Arsitektur yang Menawan

Tugu ini memiliki desain yang megah dengan 9 payan (sejenis perisai Lampung) yang mewakili 9 Buay atau Marga Pepadun di Lampung Utara, yaitu:
- Buay Nyunyai
- Buay Unyi
- Buay Subing
- Buay Nuban
- Buay Anek Tuho
- Buay Kunang
- Buay Beliuk
- Buay Selagai
- Buay Nyerupo
Tugu Payan Mas terletak persis di tengah perempatan Jalan Jenderal Soedirman, tidak jauh dari kantor Pengadilan Negeri Kotabumi, menjadikannya mudah diakses oleh masyarakat dan pengunjung.
Daya Tarik dan Fasilitas
Di sekitar tugu, terdapat taman kecil yang indah dan tulisan besar “Kotabumi Bettah,” yang merupakan motto dari Kota Kotabumi. Tugu ini sering dijadikan sebagai tempat berkumpul dan berfoto oleh warga dan pengunjung, menjadikannya salah satu spot foto yang populer di Kotabumi.
Tugu Payan Mas bukan hanya sekadar landmark, tetapi juga simbol kebanggaan dan pengingat akan sejarah serta budaya lokal. Dengan desain yang mencerminkan identitas masyarakat Lampung, tugu ini menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi bagi siapa saja yang berada di Kotabumi. Upaya untuk menjaga dan merawat Tugu Payan Mas sangat penting agar tetap menjadi ikon yang indah dan bermakna bagi generasi mendatang